Akan kusapu rumah kita
Biar bersih sebersih kasihmu
Mama ingin kupeluk spt wktu aku bayi
Yang merengek ketika Kau tinggal ke pasar?
Istirahatlah, Ma
Segera pulihkan tenagamu
Aku rindu senyum ceriamu
Kutunggu di ruang keluarga
Tak sabar aku ingin bercerita
Biar bersih sebersih kasihmu
Mama ingin kupeluk spt wktu aku bayi
Yang merengek ketika Kau tinggal ke pasar?
Istirahatlah, Ma
Segera pulihkan tenagamu
Aku rindu senyum ceriamu
Kutunggu di ruang keluarga
Tak sabar aku ingin bercerita
Emprit yg waktu dulu
Kini tumbuh sprti Elang yg hebat
Sayapnya kuat
Cakarnya kokoh
Terbangnya tinggi
Disegani dan dihormati
Bukan krna turunan Elang
Murni turunan Emprit
Jngan gusar wahai inang
Elang itu pndai memangsa
Mski susah mngejar ular
Tp pandai menaklukkan bisa
Kini tumbuh sprti Elang yg hebat
Sayapnya kuat
Cakarnya kokoh
Terbangnya tinggi
Disegani dan dihormati
Bukan krna turunan Elang
Murni turunan Emprit
Jngan gusar wahai inang
Elang itu pndai memangsa
Mski susah mngejar ular
Tp pandai menaklukkan bisa
Ma, hari sudah senja
Matahari menuju peraduannya
Matahari menuju peraduannya
Bayang senja pudar terbenam malam
Burung-burung kembali ke sarang
Pelangi pun hilang melayang
Ma, Kemarin kubangun istana
Di pantai seberang barat rumah
Seperti yang kuceritakan
Kutabur benih-benih hutan
Di sepanjang tapak licin bebatuan
Terkoyak lumpur dan bandang
Aliran darah ini ikut kusut, kisut, kecut, Ma
Melatimu telah mati
Baunya menusuk hati
Ombak dan angin melebur seperti mimpi
Sebentar lagi gelap, langit juga mendung
Arah tak tentu, terus saja mendayung
Beras di dapurmu kuganti garam ya, Ma
Kalau batuk minum saja air garam itu
Ma, sampai sini saja cerita ini
Kutunggu rembulanmu di tengah malam nanti
Besok, kupeluk engkau
Sambil menyambung cerita esok hari.
Bayang Senja
Negeri permai berkabut putih selembut sutera
Berawan tipis di atas bukit memukau mata
Burung-burung kembali ke sarang
Pelangi pun hilang melayang
Ma, Kemarin kubangun istana
Di pantai seberang barat rumah
Seperti yang kuceritakan
Kutabur benih-benih hutan
Di sepanjang tapak licin bebatuan
Terkoyak lumpur dan bandang
Aliran darah ini ikut kusut, kisut, kecut, Ma
Melatimu telah mati
Baunya menusuk hati
Ombak dan angin melebur seperti mimpi
Sebentar lagi gelap, langit juga mendung
Arah tak tentu, terus saja mendayung
Beras di dapurmu kuganti garam ya, Ma
Kalau batuk minum saja air garam itu
Ma, sampai sini saja cerita ini
Kutunggu rembulanmu di tengah malam nanti
Besok, kupeluk engkau
Sambil menyambung cerita esok hari.
Bayang Senja
Negeri permai berkabut putih selembut sutera
Berawan tipis di atas bukit memukau mata
Sinar pagi pecah oleh padi yang merunduk
Seperti senyumku menatap jauh setajam tanduk
Disitu kuberlari menapak hidup mencari arti
Menjinakkan kawanan hewan liar di bukit terjal
Berbekal lilin menaklukkan ombak memecah akal
Terus berdiri kokoh menatap langit walau pahit
Aku api tertiup angin senja
Aku terus berlari menuju angkasa
Aku temui bayang mimpi
Disitu kuberhenti lalu berbakti
Boy"
Seperti senyumku menatap jauh setajam tanduk
Disitu kuberlari menapak hidup mencari arti
Menjinakkan kawanan hewan liar di bukit terjal
Berbekal lilin menaklukkan ombak memecah akal
Terus berdiri kokoh menatap langit walau pahit
Aku api tertiup angin senja
Aku terus berlari menuju angkasa
Aku temui bayang mimpi
Disitu kuberhenti lalu berbakti
Aku punya ladang sampah
Tempatnya indah dan megah
Menantang arah dengan gagah
Semangat hujan tumpah
Tempatnya indah dan megah
Menantang arah dengan gagah
Semangat hujan tumpah
Tapi isinya wabah musibah
Andai tekat sebulat tampah
Bergaris tepi telapak getah
Sayang, gajahku tiada mau kalah
Selalu membuat sampah
Makanya
Jangan buang sembarang sampah!
Istana Lara
Petir menyambar tanda bahaya
Badai topan menerpa menara
Andai tekat sebulat tampah
Bergaris tepi telapak getah
Sayang, gajahku tiada mau kalah
Selalu membuat sampah
Makanya
Jangan buang sembarang sampah!
Istana Lara
Petir menyambar tanda bahaya
Badai topan menerpa menara
Gonjang-ganjing istana Raja
Porak-poranda tersapu bencana
Mahkota Citra tiada terlihat
Hilang tanpa suara bagai kilat
Kuncup Kenanga hanyut dalam derita
Tiada lagi Puspa warna
Idaman Raja
Tinggal kerdip Lilin kecil
Meredup dan mati jua
Istana luluh lantak gelap gulita
Semua lenyap tak tersisa
Raja merintih bertahta hitam
Hanya sendiri di atas kelam
KENANGA
Kupetik setangkai kenanga
Warnanya ungu menyejuk kalbu
Porak-poranda tersapu bencana
Mahkota Citra tiada terlihat
Hilang tanpa suara bagai kilat
Kuncup Kenanga hanyut dalam derita
Tiada lagi Puspa warna
Idaman Raja
Tinggal kerdip Lilin kecil
Meredup dan mati jua
Istana luluh lantak gelap gulita
Semua lenyap tak tersisa
Raja merintih bertahta hitam
Hanya sendiri di atas kelam
KENANGA
Kupetik setangkai kenanga
Warnanya ungu menyejuk kalbu
Semerbak harum kenanga membuka senyum
Menghibur duka jauh di sana
Kutergoda paras melati
Kenanga mengakar kuat dalam hati
Terasa manis menghibur hari
Lembut mengalun bisik kenanga
Menuntun langkah menggenggam hati
Jantung hanyut berdenyut kabut
Kenanga raib di taman riang
Tubuh gemetar gemuruh riuh
Kenanga raib di taman riang
Kenangaku tinggal kenangan
Menghibur duka jauh di sana
Kutergoda paras melati
Kenanga mengakar kuat dalam hati
Terasa manis menghibur hari
Lembut mengalun bisik kenanga
Menuntun langkah menggenggam hati
Jantung hanyut berdenyut kabut
Kenanga raib di taman riang
Tubuh gemetar gemuruh riuh
Kenanga raib di taman riang
Kenangaku tinggal kenangan