Jumat, 20 Juli 2012

Ringkasan Novel Sang Pemimpi

Suatu Senin di SMA Bukan Main saat diadakan upacara bendera, Pak Mustar mengunci pintugerbang setengah jam sebelum jam masuk. Banyak anak yang telat masuk sekolah termasuk Ikal, Arai, danJimbron. Celakanya para murid yang terlambat mengejek Pak Mustar dengan menirukan gaya pidato dariPak Mustar dengan dipimpin oleh Arai. Tidak disangka pula Pak Mustar tiba – tiba berdiri di sebelah Ikaldan mengejar mereka bertiga. Celaka bagi Ikal, karena dialah yang diincar oleh Pak Mustar dan para penjagasekolah. Sebenarnya Ikal bias lolos kalau saja Ikal tidak mempedulikan panggilan dari Jimbron dan Arai.Tidak disangka pula Pak Mustar ternyata telah berdiri tak jauh dari tempat mereka bertiga. Setelah terjadikejar – kejaran mereka akhirnya bersembunyi disebuah peti penyimpan ikan. Tidak diduga pula peti itukemudian dibawah menuju pasar ikan untuk dijual. Sesampainya di pasar ikan, ketika peti itu di buka betapakagetnya orang – orang di pasar karena baru saja melihat tiga orang keluar dari peti tanpa ekspresi sedikit pun.Arai adalah sepupu jauh dari Ikal. Ia sudah tidak punya keluarga lagi setelah ayahnya meniggal duniadan sejak itu Arai tinggal bersama dengan keluarga Ikal. Walapun Arai tidak memiliki keluarga lagi ia tetap bisa menunjukan keteguhan hatinya. Bahkan ketika Ikal tidak tega melihat Arai dalam keadaan seperti itudan menangis, Arai juga yang menghiburnya.

Betapa kuat hati Simpa Keramat 
ini, begitulah julukan dariorang Melayu untuk seseorang yang hanya hidup sebatang kara dan tidak memiliki keluarga lagi.Arai bagi Ikal sudah seperti saudara sekaligus sahabatnya. Arai juga yang mengajarkan Ikal untuk mencari uang. Apalagi mereka diberi kamar sendiri hanya untuk mereka berdua. Bagi Ikal, Arai adalahseorang pelindung atau
Lone Ranger 
.Pada suatu sore yang cerah ketika Ikal dan Arai sedang bermain telepon dari kaleng yang dikaitkandengan tali, datanglah Mak Cik Maryamah datang bersama dengan anaknya. Mereka ingin meminjam berasdari ibu Ikal. Ibu Ikal dengan senang hati memberikan sebagian berasnya untuk Mak Cik Maryamah.Dengan berat hati pula Mak Cik menyuruh Anaknya, Nurmi untuk memberikan biolanya sebagai ganti dari beras yang telah diberikan. Tapi ibu Ikal menolaknya karena Nurmi sangat menyayangi biolanya itu. SetelahMak Cik Maryamah dan anaknya pulang, Arai tiba – tiba menuju peregasan dan memecahkan celenganayamnya, tanpa dikomando Ikal pun ikut memecahkan celengannya walaupun ia tidak tahu akan dipakai apauang itu. Arai memerintahkan Ikal untuk mengumpulkan semua uang itu ke dalam karung gandum. Ikalmengira Arai akan memberikan semua uang itu kepada Mak Cik Maryamah tetapi tanpa disangka oleh Ikal,Arai menuju pasar. Ia membeli terigu, gula dan lain – lain.

Ikal yang tidak tahu untuk apa itu segeramencegah Arai untuk membeli semua itu. Terjadilah sebuah perkelahian seru antara Ikal dan Arai, perkelahian itu menimbulkan kegaduhaan dan juga menyebabkan tiga karung yang berisi kapuk pecah dankapuknya bertaburan ke mana – mana. Di tengah kegaduhan itu Ikal sadar saudaranya itu tidak akan berbuatsesuatu yang buruk. Setelah itu mereka berdua bersepeda menuju rumah Mak Cik Maryamah. Semua bahan – bahan yang telah dibeli itu diberikan kepada Mak Cik untuk digunakan membuat kue dan menjualnya.Di kampung Arai dan Ikal ada seorang dukun gigi yang sakit mandraguna, dia adalah A Put. 
Diamemiliki kesaktian yang hebat dalam hal menyembuh sakit gigi. Hanya berbekal palu, balok, dan paku ia bisa menyembuh sakit gigi. Suatu hari pasein A Put sangat banyak, esoknya ia didatangai oleh tetua

kampung untuk dijadikan seorang pemimpin kampung. Begitulah tradisi kampung Ikal, ketika terjadi hujanyang terus menerus maka pawang hujanlah yang menjadi pemimpin kampung tetapi jika banyak buaya yangmulai nakal pawang buayalah yang menjadi pemimpin kampung. Tradisi berakhir setelah Islam masuk kekampung Ikal. Para dukun dan pawang bangkrut pamornya digantikan oleh penggawa masjid.penggawamasjid sangatlah dihormati sekaligus ditakuti. Didikan yang sangat keras membuat mereka ditakuti, tetapimerekalah yang mendidik para warga kampung Ikal dan Arai tentang Budi Pekerti yang luhur. Arai dan Ikalsering mendapat hukuman dari Taikong Hamim, salah satu penggawa masjid, karena nafas mereka tidak panjang kalau mengaji. Di masjid pula Ikal dan Arai mengenal Jimbron yang gagapnya bukan main dansangat gila kuda. Jimbron juga sama seperti Arai, hidup sebatang kara dan tidak punya saudara lagi. Jimbronadalah seseorang yang membuat Arai dan Ikal takjub dengan tiga macam keheranan. Pertama, mereka herankarena kalau mengaji, ia selalu diantar seorang pendeta.

Sebetulnya, beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang Katolik, tapi kami memanggilnya Pendeta Geovanny. Rupanya setelah sebatang kara sepertiArai, ia menjadi anak asuh sang pendeta. Pendeta berdarah Italia itu tak sedikit pun bermaksud mengonversikeyakinan Jimbron. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid. Keherananmereka yang kedua adalah Jimbron sangat menyukai kuda. Kata orang-orang, ini berhubungan dengansebuah film di televisi balai desa yang ditonton Jimbron seminggu sebelum ayahnya wafat. Dalam filmkoboi itu tampak seseorang membawa orang sakit untuk diobati dengan mengendarai kuda secepat anginsehingga orang itu dapat diselamatkan. Barangkali Jimbron menganggap nyawa ayahnya dapat tertolong jikaia membawa ayahnya ke Puskesmas dengan mengendarai kuda. Di kampung Ikaldan Arai tak ada seekor pun kuda tapi, Jimbron mengenal kuda seperti ia pernah melihatnya langsung. Jimbron adalah pemuda yangmudah mengantuk tapi jika sedikit saja ia mendengar tentang kuda, maka telinga layunya sontak berdiri.Jimbron segera menjadi pencinta kuda yang fanatik. Pernah suatu hari Taikong Hamin marah besar karena didalam buku TPA-nya hanya terdapatkuda, Taikong pun menghukum dia dengan cara berlagak seperti kuda.Dan hanya da satu cara untukmembalas sang Taikong yaitu dengan mengucapkan
amin
dengan sangat tidak 
tuma'ninah.
Setiap Taikong Hamim menjadi imam salat jamaah dan tiba pada bacaan akhir Al-Fatihah:
"Whalad dholiiiiiin
...." Maka Arai langsung menyambut dengan lolongan seperti serigala mengundangkawin. "
Aaammmiiinnn ... mmiiinn ... mmiiiiiiiinnnnn ...." 
Arai meliuk - liukkan suaranya dan terang-terangan merobek-robek wibawa Taikong.Karena di kampung Arai tak ada SMA, setelah tamat SMP Ikal, Arai, dan Jimbron merantau keMagai untuk sekolah di SMA Bukan Main. Pada saat itu pula PN Timah mengalami kebangruktan, banyak anak putus sekolah dan bekerja untul membantu ekonomi keluarga mereka. Mereka yang masih bersemangatsekolah umumnya bekerja di warung mi rebus. 
Atau menjadi buruh pabrik kepiting. Berdiri sepanjangmalam menyiangi kepiting untuk dipaketkan ke Jakarta. Atau, seperti Ikal, Arai, dan Jimbron, menjadi
kulingambat.
Sebelum menjadi
kuli ngambat 
mereka pernah memiliki pekerjaan lain yang juga memungkinkanuntuk tetap sekolah, yaitu sebagai penyelam di padang golf. Penjaga padang golf akan membayar untuk setiap bola golf yang dapat diambil pada kedalaman hampir tujuh meter di dasar danau. Bola golf di dasar danau dengan mudah dapat ditemukan karena indah berkilauan, persoalannya, danau itu adalah tempat

buaya-buaya sebesar tong berumah tangga. Mereka juga pernah bekerja sebagai
part time office boy
dikompleks kantor,hanya saja gaji mereka bisa telat berbulan. Karena pekerjaan merekas ebagai kuli
ngambat 
itulah mereka bisa menyewa sebuah los sempit di dermaga dan pulang ke rumah orangtua setiap duaminggu. Setiap pagi mereka selalu seperti semut kebakaran. Menjelang pukul tujuh, dengan membersihkandiri seadanya mereka tergopoh-gopoh ke sekolah. Sampai di sekolah, semua kelelahan kami sertamertalenyap, sirna tak ada bekasnya, menguap diisap oleh daya tarik laki-laki tampan ini, kepala sekolah SMABukan Main, guru kesusastraan: Bapak Drs. Julian Ichsan Balia. Ada satu lagianak yang hidupnya hanyasebatang kara, dia adalah Laksmi. Jimbron sangat tergila pada Laksmi, walaupun Laksmi tidak meperdulikan dia. Laksmi seperti trauma karena orang – orang terdekatnya meninggalkan dia satu persatu.Bahkan ia tidak pernah tersenyum lagi. Senyumnya itu sangat dirindukan semua orang yang mengenalnya.Setiap Minggu pagi Jimbron menghambur ke pabrik cincau. Dengan senang hati, ia membantu Laksmi diPabrik Cincau.bertahun -tahun sudah Laksmi hidup tanpa senyum seakan-akan di dunia ini tidak ada yangmenyayanginya. Ketika Arai dan Ikal menyarankan Jimbron untuk ditangani oleh orang yang ahli, ia hanya berkata "Aku hanya ingin membuatnya tersenyum...," ..Di televisi balai desa mereka menyimak ulasan Ibu Toeti Adhitama tentang sepak terjang seorang patriot muda Mujahiddin yang baru saja menumbangkan komandan resimen utara Tentara Merah Rusia.Pemuda Mujahid itu Oruzgan Mourad Karzani.

Keluarga iOruzgan Mourad Karzani turun-temurunmemimpin gerilyawan Baloch sehaj Afganistan melawan pendudukan Inggris dan sampai saat terbuhuhnyakomandan Rusia itu, sudah hampir sepuluh tahun mereka menggempur invasi Rusia. Terbunuhnyakomandan resimen utara Tentara Merah menjadi tonggak penting direbutnya kembali zona utara dari penaklukan Tentara Merah,sekaligus pemicu hengkangnya Rusia dari Afghanistan tahun berikutnya.Oruzgandisambut bak pahlawan.Dalam waktu singkat,ia menjadi imam besar baloch.Ayah Ikal sangat sayang pada Ikal maupun Arai, buktinya jika tiba hari pembagian raport beliaumengambil cuti 2 hari. Hari pembagian raport sangatlah istimewa bagi ayah Ikal, beliau selalu menyiapkansegala sesuatu dengan sangat baik. Mulai dari sepatu, ikat pinggang, sepeda yang beliau gunakan hingga baju safari empat saku yang hanya dipakai saat acara penting. Persiapan ayah Ikal mengambil rapor akanditutup dengan berangkat ke kawasan los pasar ikan untuk mencukur rambut dan kumis ubannya. Usai salatsubuh ayah Ikal siap berangkat. Dengan bersepeda ayah Ikal berangkat ke SMA Negeri Bukan Main, 30 km jauhnya,untuk mengambil rapor anak-anaknya. Dibawah rindang dedaunan bungur Ikal dan Arai menungguayanhnya. Di dalam aula itu, Pak Mustar mengurutkan dengan teliti seluruh peringakat dari tiga kelasangkatan pertama SMA Bukan Main. Dari peringkat

pertama sampai terakhir 160. Semua orangtua muriddikumpulkan di aula dengan nomor kursi besar-besar, sesuai peringkat

anaknya. Nomor itu jugadicantumkan dalam undangan. Maka pembagian rapor adalah acara yang dapat membanggakan bagisebagian orang tua sekaligus memalukan bagi sebagian lainnya. Pak Mustar menjejer sepuluh kursi khususdi depan. Di sanalah berhak duduk para orang tua yang anaknya meraih prestasi sepuluh besar. Ikal dan Araiserentak berdiri ketika melihat sepeda ayah Ikal. Sepeda itu mudah dikenali dari kap lampu alumunium putihyang menyilaukan ditimpa sinar matahari. Beliau melihat kami melambai-lambai dan mengayuh sepedanya

makin cepat. Setelahtiba beliau menepuk-nepuk pundak mereka sambil memberikan senyumnya yang indah.Beliau mengelap keringat, merapikan rambutnya dengan tangan.dan berjalan tenang memasuki aula dengangaya jalannya yang pengkor, mencari kursi nomor tiga. Tepuk tangan ramai bersahutan ketika nama ayahIkal dipanggil. Setelah menerima rapor Ikal, Pak Mustar mempersilakan ayah Ikal menempati kursi nomor lima yang kosong, dan tepuk tangan kembali membahana waktu namanya kembali dipanggil untuk mengambil raport Arai. Tidak terlalu buruk, seorang tukang sekop di
wasrai dipanggil dua kali oleh KepalaSMA Negeri Bukan Main.Berbagai bangsa tekah berlabuh di Dermaga Magai, dan yang paling sering adalah Orang Saung.Mereka selalu memakai sarung sampai kepala mereka terkadang mereka jguga menutupi wajahnya. Jikamerapat di Dermaga Olivir Magai maka peradaban pertama yang ditemukan orang adalah sebuah gedung bioskop. Gedung bioskop itu berada persis di depan los kontrakan Ikal dkk.Tapi sedikit pun kami tak beranimeliriknya.Sebab menonton bioskop merupakan salah satu larangan paling keras Pak Mustar. Maka tak adasiswa SMA Negeri Bukan Main yang berani dekat-dekat bioskop itu. Membicarakannya pun sungkan. Tapisore ini berbeda.

Ikal, Jimbron, dan Arai baru pulang sekolah dan sedang duduk santai di beranda loskontrakan mereka waktu melihat para petugas bioskop mengurai gulungan terpal besar berukuran 4 x 3meter, sebuah poster film baru. Mulanya mereka hanya melihat gambar dua potong betis yang putih. Namun, pemandangan semakin menarik sebab seiring dengan semakin panjang terpal diurai dan semakin keatas betis itu tampak, semakin tak ada tanda-tanda pakaian menutupinya. Karena memang masih mudahmereka sangat penasaran. Setelah poster itu terbuka seluruhnya maka terlihatlah dengan jelas bahwa poster itu bergambar seorang yang hanya mengenakan bikini saja. Karena rasa penasaran, mereka bertiga sangatingin menonton film itu.

Cukup sulit mereka bisa menonto film itu, tapi karena pikiran mereka sudahdipengaruhi oleh nafsu akhirnya mereka menemukan cara yang tepat agar bisa masuk bioskop dan menontofilm itu,dan mereka berhasil masuk. Setelah lampu dimatikan tanda film akan dimulai dengan leluasamereka bertiga membuka kerudung. Mulanya beberapa ekor tikus got melintas cepat di bawah layar dansekeluarga kecoak merayap di sudut-sudutnya.Kupikir merupakan bagian dari film,rupanya bukan,habitathewan - hewan itu memang berada di dalam gedung bioskop ini, Film dimulai dengan adegan seorang bapak yang gendut dan botak, nyonya rumah, dan kedua anak remajanya sedang makan. Seekor anjing pudel berlari-lari mengelilingi meja makan.Tapi merka tak menemukan wanita di poster film yang mengundangmerka bertiga masuk ke dalam bioskop bobrok ini. Mereka terkejut karena penonton yang menyesaki bioskop riuh bertepuk tangan, bersuit-suit, dan dari balik tirai muncullah wanita poster itu sambil membawadandang nasi. Orang - orang berkerudung yang telah berulang kali menonton film ini bertepuk tangansebelum tirai itu terbuka. Mereka langsung tahu adalah yang mereka tunggu – tunggu berperan sebagai babu.Dan jalan cerita tak lebih dari hanya kejar – kejaran antara majikan yang gendut itu dan pembantunya.Setelah film berjalan 20 menit munculah kembali sabg pembantu dengan hanya berpakain seperi yangterlihat pada poster. Adean pu dimulai dengan kejar – kejaran kembali, ketika merka bertiga sedang asyik menonton tiba – tiba tiga bayangan menghalangi pandangan mereka. Dengan Arai merhardik mereka. Dan

sekian detik kemudian layar padam dan lampu mulai menyalah. Dan ternyata mereka bertiga adalah Pak Mustar dan para penjaga sekolah. Ikal, Arai dan Jimbron kemudian digelendang keluar oleh mereka bertiga.Besoknya mereka benar – benar menjadi artis di sekola, karena hanya mereka bertigalah yang bisamelihat film itu.walaupu demikian, sebenarnya mereka juga cukup takut karena 2 hari lagi mereka akanmendapat hukuman dari Pak Mustar. Senin pagi, Ikal, Arai dan Jimbron dibariskan terpisah .Dan senin pagiini tak ada siswa yang terlambat apel karena semuanya ingin menyaksikan tiga pesakitan di eksekusi.
Pak Mustar naik podium. Dari microphone yang terus-menerus feed back, suaranya bertalu – talu. Hukuman punakhirnya diputuskan, yaitu mereka harus berakting layaknya film yang mereka tonton itu. Arai sebagaianjing pudel, Ikal sebagai pembantu dan Jimbron sebagai majikan gendut.Hukuman mereka tidak cukup sampai disitu, mereka bertiga harus membersihkan WC sekolah.Jimbron walaupun ia mendapat hukuman tetaplah senang -senang saja dan topik pembicaraan nya tak pernah jauh dari soal kuda. Bahkan ketika dia dihukum pun dia tetap membicarakan soal kuda sampai – sampai Ikalmarah dan menghardiknya. Jimbron yang memiliki hati yang lemut pun tak menyangka akan mendapt perlakukan seperti itu dari temannya. Dasar Jimbron yang memiliki hati yang lembut, krtika Ikal denganlembut meminta maaf atas tingkah lakunya, ia pun memaafkannya.Suatu ketika ketika Ikal berlari pulang sekolah, tiba – tiba dia berhenti di depan restoran mie rebus disana ia melihat dirinya sendiri, Arai dan Jimbron sedang bekerja mencuci piring – piring kotor.

Ketika berlari kembali, tiba – tiba ia juga melihat 3 orang yang sama menjadi kernet. Ikal begitu kaget dan langsung berlari pulang karena ia melihat orang lain menjelma menjadi dirinya dan 2 orang sahabatnya. Semanagt Ikalseakan surut untuk melanjutkan sekolah karena pada akhirnya ia akan seperti apa yang dia lihat di resoranmaupun tempat lain. Ia berpikir akan menjadi seperti Lintang. Ikal menjadi malas belajar dan sangat pesimisdalam kehidupannya. Karena pikiran yang pesimis dan malas belajar itulah ia mempersembahkan kusir nomer 75 bagi ayahnya. Sungguh sangat megecewakan, tetapi walau demikian ayah Ikal tetaplah bangga pada anaknya. Maka pada saat beliau mengambil rapot, beliau tetap seperti biasnya dengan ritual yang telahsudah lama beliau lakukan. Sungguh sangat perih hati Ikal, dengan sikap pesimisnya ia tertpuruk padaurutun 75. 
Ikal pun tak kaget jika nanti ayahnya tidak datang, dan Arai pun marah padanya. Tapi ayah Ikaldatang dan seperti biasanya ia kemudian mengambil rapot dan langsung pulang. Arai dengan emosinyamemaraahi Ikal karena telah mengecewakan ayahnya.Pada suatu hari terdengarlah kabar bahwa Capo akan memelohara kuda, betapa terkejutnya Jimbron.Ia seperti tesambar petir. Kuda itu akan 2 minggu lagi dan berjumlah 7 ekor, dan seperti sudah bisa didugasebelumnya Jimbron seakan mau pingsan. Bendera kapal BINTANG LAUT SELATAN telah tampak dihorizon sejak pukul tiga sore dan mulai pukul dua dermaga telah dipadati orang - orang Melayu yang inginmelihat langsung hewan yang hanya pernah mereka lihat dalam gambar. Seisi kampung tumpah ruah kedermaga,ratusan jumlahnya,di antara mereka tampak bupati, camat, lurah, kepala desa, dan para dukun berbagai spesialisasi lengkap dengan baju dinasnya masing-masing. Pelataran panjang yang menjulur ke pintu kapal telah dibangun. Ini merupakan pekerjaan besar tapi tak mengapa karena memang untuk peristiwayang amat penting. BINTANG LAUT SELATAN merapat.Pintu utamanya dipaskan pada ujung pelataran
Sehingga tercipta jembatan antara dermaga denga kapal. Sinar matahari sore terbias pada permukaan lautmembentuk pita berwarna jingga yang memukau dari dermaga sampai ke kaki langit. Jika tamu-tamuterhormat dariTasmania itu melenggang di atas jembatan tadi, pasti akan menambah pesona sore bersejarahdi kampung kami ini. Pintu kapal dibuka.Semua mata tertuju ke pintu kapan itu dan ruangan di dalamnyayang gelap. Kemudian satu - persatu kuda itu turun dan angat indahlah pemandangan sore itu. Ada satu kudayang sangat indah dan berwarna putih seperti salju. Kuda – kuda itu kemudian dimasukkan ke dalam truk dan di bawah ketempatnya. Karena keranjingannya terhadap kuda, Jimbron tidak dapt tidur memikirkankuda – kuda itu.
ia mulai malas makan dan lupa bahawa dirinya adalah seoran g murid SMA Bukan Main.Semakin hari keadaan Jimbron semakin gawat.Jika diajak bicara, maka yang mangajak bicara hanya bicarasendiri.Sore hari, pada jam ketika kuda - kuda itu datang, matanya sayu memandangi dermaga. Suatu hariArai yang telah bekerja Capo pulang ke rumah dengan membawah kuda putih. Betapa senangnya Jimbron, iamengendarai kuda itu dan mendatangi Laksmi dan menunjukan kehebatan sang kuda. Dan Laksmi mulaitersenyum, senyum yang telah lama di dambakan orang – orang disekitarnya.Kebaikan Arai akhirnya berbuah kebaikan juga, Jimbron tidak lagi menjadimaniak kuda. Ia sekarangmenjadi orang yang sangat mencintai Laksmi. Karena itu, Ikalingin membalas kebaikan hati Arai, Ia tahuapa yang harus diperbuatnya untuk Arai. Arai sangat mencintai Nurmala, maka dariitu ia ingin membantuArai untuk merebuthati Nurmala. Arai mencintai Nurmala sejakiamelihat Nurmala pada haripendaftaraan.Arai telah merayu Nurmala dengan banyak cara, mulai dari puisi, syair, gurindam, dan jugasurat cinta tapi Nurmala tidak tersentuh sedikit pun. Akhirnya Ikal menemukan satu untuk membantusepupujauhnya itu.ikalmenyuruh Araiuntuk berguru cinta pada Bang Zaitun, Pimpinan Orkes Melayu Pasar Ikan BelokKiri, Arai pun setuju dengan ide itu.mereka bersua pergi ke Bang Zaitun untuk berguru masalah Cinta.dan akhirnyaArai mendapatkan juru jitu menaklukan wanita dari Bang Zaitun, yaitu dengan lagu. Tapi yang menjadimasalah adalah Arai tidak memiliki musikalitas yan mumpuni untuk itu. Tapi dasar memangsudah cinta,Arai pun berusaha dengan kerashingga tangannya melepuh. Berminggu – minggu Arai belajarlagu
When I am Fall in Love
dan berminggu – minggu pula Ikal dan Jimbron harus menahan rasa pening karena suaraArai yang parau dan kering itu.Arai juga telahmerencanakan rencana yang sangat indah,Ia akan menyayikanlagu itupada saat hari ulang tahun Nurmala. Hari itupun tiba, Arai menyayikan lagu itu di depan jendelakamar Nurmala. Nurmala yang merasa terganggu karena suara Arai kemudian menyalakn sebuah piringanhitam ydan memutar lagu
When I am Fal in Love
yang dinyayikan oleh penyayi aslinya. Arai tidak meyerah,malahan ia meanaikkan volume suaranya, semakin Arai menaikkkan volume suaranya Nurmala jugasemakin meninggikan volumepiringan hitamnya danakhirnya setelah berjuang sekian lama melawan penyayi berkelas Dunia Arai pun menyerah. Dengan bersama Ikal dan Jimbron Arai pulangdengan tertunduk lesu.Sebuah rencana memang dibutuhkan untuk, melanjutkan kehidupan ini. Kali ini dalam pembagianrapot terakhir saat tamat SMA Bukan Main, Ikal kembali mendudukkan ayahnya pada urutan ketigasedangkan Arai melejit hingga urutan kedua, adapun Nurmala sampai karatan menempati urutan pertama. Nurmala akan segera meninggalkan Belitong untuk menjalani rencana lima tahun plus dua tahunkonservatifnya,dan menjelang malam perpisahan sekolah Arai telah menyiapkan sebuah rencana lagi untuk 


Nurmala. Idenya adalah Araiakan kembali menyayi seperti dulu tetapidengan lagu yang berbeda. Kali inilagunya adalah
Can't Stop Loving You.

Belajar dari kegagalannya dulu, kaliini Arai hanya akan komat – kamit sedangkan yang bernyayi adalah kaset yang akan diputar oleh Ikal dan Jimbron. Dan kali ini Arai berhasil membuat Nurmala meniggalkan Arai hingga lagu selesai. Betapa senang dan bahagianya Araimelihat itu.Tidak ketinggalan pula Arai dan Ikal akan merantau menuju jawa. Mereka berdua ingin merebutsukses di tanah jawa. Dengan menumpang kapal BINTANG LAUT SELATAN berangkatlah keduanyadengan diringi oleh orang – orang yang mereka kenal. Ayah Ikal, ibunya, Pak Balia, Bu Muslimah, dan jugaPak Mustar ikut mengantar mereka. Setelah 5 hari terapung – apung dilaut lepas sampailah mereka diJakarta.dan tidak lupa sang Mualim berpesan pada mereka untuk pergi ke Jakarta Selatan tepatnya TerminalCiputat, karena menurut sang Mualim itulah adalah tempat yang paling aman. Sang Mualimpun siapjikamereka tidak kuat maka 6 bulan lagi menunggu mereka di dermaga ini.
Tetapi karena mereka belum pernahke Jakarta, mereka berdua ternyata menaikki bus yang salah. Tanpa sadar mereka menaikki bis menujuTerminal Bogor. Setelah berjalan cukupjauh akhirnya mereka menemukan sebuah masjid untuk sekedar berteduh. Dan esoknya mereka mendapatkan kamar kos.kemudian mereka berusha untuk mencari pekerjaansupaya mereka bisa melanjutkan hodup di Jakarata. Setelah mencari selama 5 bulan merka berdua akhirnyamendapat pekerjaan sebagai seorang sales, setelah lama mereka tidak bisa menjual barang akhirnya mereka pun dipecat. Lalu mereka medapatkan pekerjaan di Pabrik Tali. Tapi sayang pabriknya harus tutup karena bangkrut. Keberuntungan pun masih memihak mereka berdua tetangga mereka mengajak mereka untuk berjasebagai tukang fotokopi di IPB. Tak lama setelah itu Ikal mendapat perkerjaan baru sebagai Tukang Pos danArai masih berkerja di kios fotokopi.Setelah sekian lama berkerja sebagai tukang sortir,Ikalkembalirindu dengan teman sekaligus sepupu jauhnya, Arai. Tahun – tahun berlalu,sampaiakhirnya Ikal bisa kuliah di UI. Pada saat kuliah di Ui itulahIkal bertemu dengan Nurmala.setelah perbincangan yang cukup hangat dengan Nurmala, tanpa diduga olehIkal Nurmala tiba – tiba menanyakan kabar Arai.
Cukup bingung Ikal menjawab pertanyaan itu, tapi padaakhirnya Ikal bisa mengatasinya. Setelah lulus kuliah Ikal mengetahui bahwa ada pengumuman beasiswastata dua, tanpa pikir panjang Ikalpun mencoba mengikuti tes untuk mendapatkan beasiswa itu. HariWanwancara pun tiba begitugugup Ikal karena saingan Ikal adalah tamatan mahasiswa yangcukup pintar – pintar. 
Tidak disangka pula riset yang dilakukan Ikal mendapat pujian yang sangat bagusdari seorangProfesor. Selepas Ikal keluar dari ruangan pewawancara dia kemudianmendengar suara yang cukup diakenal.
Tanpa diduga pula bahawa itu memang suara Arai, sungguh tak disangka setelah sekian lama tak bertemu akhirnya Ikal bertemu dengan Arai yang juga sedang mengajukan beasiswauntuk kuliah di Eropa.Setelah sekian lama tak pulang ke Belitong kali ini Ikal dan Arai pulang kembali ke kampunghalamanya. Mereka bertemu Jimbron yangsudah menikah dengan Laksmi dan mempuyai anak. MalamnyaIkal berjalan – jalan untuk menikmatisuasana yang telah lama ia rindukan. Waktu yang dinanti – nanti tiba,surat pengumuman beasiswa akhirnya tiba. Perlahan – lahan Ikal mulai membuka surat itu dan didapatinyaia lulus tes dan akan kuliah di Paris di Univesite de Paris, Sorbonne, Prancis begitu juga dengan Arai.

Rabu, 07 Maret 2012

Tugas Bahasa Indonesia XI MA Mifjan

1. Pelajari bab "Membedakan Fakta dan Opini pada Editorial" (LKS hal.21)
    Kemudian kerjakan "kecakapan personal" di bawahnya.

2. Pelajari bab "Mengidentifikasi Unsur Intrinsik dan Nilai-nilai dalam Cerpen" (LKS hal. 34)
    Kemudian identifikasilah unsur intrinsik dan nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen yang berjudul "Guru" (LKS hal. 36)




Jawaban kirim ke email "boy_cizz11@yahoo.com", paling lambat tanggal 20 Maret 2012.

                                  ---------Selamat mengerjakan tugas------------

Rabu, 15 Februari 2012

Tugas Bahasa Indonesia XI SMK BINUS

1. Pelajari bab "Penerapan Pola Gilir dalam Diskusi" (LKS hal. 10) kemudian jawab pertanyaan 
    berikut! 
    a. Apa yang kalian ketahui antara diskusi dan presentasi?
    b. Sebutkan personil dalam diskusi beserta tugas-tugasnya!
    c. Berilah tanggapan pada topik diskusi di bawah ini yang membahas tentang;
        1) Pemkab berencana membongkar gedung bersejarah yang ada di tengah kota supaya 
             penataan kota lebih indah
        2) DPR akan merenovasi toilet yang diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 2 Milliar

2. Pelajari bab "Teknik Membuat Rangkuman" (LKS hal. 12).
    Kemudian ringkaslah bacaan "Cara Mencuci Sayuran yang Benar" (LKS hal. 13).
            

Kirim jawaban ke email:    boy_cizz11@yahoo.com
Paling lambat tanggal 25 Februari 2012.

Format email:
-To / kepada    : boy_cizz11@yahoo.com
-CC                 : kosongkan
-Subjek / judul  : Nama siswa dan kelas



                                          -------Selamat Melaksanakan Tugas--------











Jumat, 20 Januari 2012

Naskah "Singgasini"




Tokoh:  
1. Cokro
2. Taruna
3. Bayat
4. Dewi Sartika
5. Kakek tua

Cokro duduk di atas singgasana sambil membanggakan kursinya, kemudin datang Bayat menentang kesombongan Cokro.
Cokro  : Hhhhhaaahahahaha
 Akulah Cokro, penguasa negeri ini. Namaku besar, luas membentang ke seluruh negeri. Hartaku melimpah. Suaraku lantang terdengar ke penjuru dunia. Ini…(sambil membanggakan kursinya) kursi kebesaranku, singgasana kekusaanku.
Bayat    : Tidak…!!
                Jangan sombong kau Cokro. Itu bukan kursimu. Kau tak pantas duduk di kursi itu.
Cokro    : (Menatap tajam) kamu Bayat.. apa urusan kamu? Ini kursiku! Apa kamu meninginkan   
               kursiku? kamu inginkan singgasana ini? Jangan mimpi kamu Bayat.
Bayat   : Ingat Cokro, aku tidak pernah bermimpi mendapatkan kursi itu. aku tidak akan pernah merebut singgasana mulia pemberian Dewi Sartika itu. kau tak layak duduk di situ Cokro. Dewi Sartika memberi kursi itu untuk Ayahandaku, hanya Ayahandaku Taruna yang pantas duduk di kursi itu Cokro. Cepat kau angkat kakimu dari sini! Menjauhlah dari kehidupan kami.
Cokro    : (Berdiri mendekati Bayat)
          Kau selalu datang membawa nama Taruna. Kau bangga-banggakan ayahmu di 
          depanku. Kau jadikan ayahmu sebagai tokoh idola. Tidakkah kau tahu aku ini orang
          besar? Relasiku banyak, dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Jangan kau sebut 
          lagi nama Taruna!!! (pergi meninggalkan panggung)


(Monolog; Bayat mengecam Cokro)
Bayat  :  Sungguh keterlaluan kau Cokro. Kau menyalahgunakan kepercayaan untuk mendampingi ayahanda Taruna menjaga kursi ini. Ternyata selain gila harta, kau juga gila kedudukan. Kau ingin rampas kedudukan mulia ini.
(Kemudian Dewi Sartika muncul)
Dewi    : Ada apa Bayat? Nampaknya kau sedang ada masalah…
Bayat   : Benar Dewi. Kita sedang dalam masalah besar.
Dewi    : Apa maksudmu Bayat? Coba kau ceritakan padaku!!
Bayat   : Dewi, Cokro kembali berulah. Setelah kemarin membual ke semua warga dengan mengaku-ngaku kursi ini adalah miliknya, sekarang dia berusaha untuk benar-benar merebut kursi mulia ini. Dia pikir, dia yang pantas menduduki kursi ini karena Dewi telah memberikan kursi ini untuk dia.
Dewi    : Sungguh keterlaluan Cokro!!
            Aku memberi kursi ini bukan untuk dimiliki dia, tapi aku titipkan kursi ini untuk diberikan kepada Taruna. Tapi dia salahgunakan kepercayaan dariku. Terimakasih Bayat. Aku akan buat peritungan untuk Cokro.
Bayat    : Lihat Cokro, kebenaran akan segera menjawab!


(Taruna datang kemudian duduk di kursi. Bayat datang)
Bayat    : Ayah…
Taruna  : (Memandangi Bayat)
Bayat    : Izinkan ananda berbicara, Ayah..
Taruna  : Oh ya, ada apa Bayat?
Bayat    : Sebenarnya Ayah ada masalah apa dengan Cokro?
Taruna  : Saya tidak ada masalah apa-apa dengan Cokro, hubungan kami baik-baik saja
Bayat    : Sudahlah Ayah, aku sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Cokro ingin menduduki kursi ini kan?
Taruna : Memang.. Sudah lama dia ingin menduduki ursi ini. Tapi demi Tuhan, aku tidak akan pernah memberikan kursi ini sekalipun diganti dengan separo hartanya. Aku sendiri sebenarnya tidak ingin mendapatkan kursi ini, tapi ini adalah amanah, yang harus aku jaga dengan baik. Amanah dari Dewi Sartika. Cokro hanya mendapat tugas untuk mendampingiku, menjaga agar kursi ini tetap berdiri kokoh.

(Tiba-tiba Cokro datang sambil marah-marah)
Cokro   : Hay..!! Apa-apaan kalian ini? Itu kursiku. Kursi pemberian Dewi Sartika untukku
Bayat    : Tenang Cokro, pelan-pelan kalau bicara
Cokro  : (Mendekati Bayat sambil menunjuk) kamu anak kecil jangan ikut campur. Ini urusan orang tua. Urusan aku dengan Ayahmu. Taruna. Sekarang kamu minggir.
  (Mendekati Taruna) taruna, kamu tidak berhak duduk di kursi ini. Ini pemberian Dewi  Sartika untukku. (kemudian mengambil kursi)
Taruna   : Sabar Cokro, sabar..!!
Cokro  : Sabar..sabar.. dari dulu aku selalu sabar menghadapi kalian. Tapi kalian tidak pernah mengerti perasaanku, kalian tak pernah tau yang aku inginkan.
Bayat   : Sudah Cokro, kau tak punya etika. Kau orang besar, namamu melambung tinggi, kau orang berpendidikan, tapi kau tak punya moral. Orangtua kau tunjuk-tunjuk. Setiap kau dating selalu bikin ribut.
Cokro   : (Menantang) Kesini kau bayat. Kalau memang kau jentel cepat kesini.


(Tiba-tiba muncul Dewi Sartika. Sambil menangis)
Dewi   : Cukup Cokro.!! Aku sudah tahu akal bulusmu. Kau salah gunakan kepercayaan uang aku beri untukmu. Kursi ini aku titipkan untuk kau sampaikan kepada Taruna. Kau hanya aku tugaskan untuk ikut menjaga kursi ini supaya tetap berdiri kokoh. Bukan untuk kau miliki Cokro. Sungguh keterlaluan kau Cokro!!

(Muncul kakek-kakek)
Kakek  : Uwes..uwes… Ojo ribut terus!! Mikir to, mikir.. Awakmu wong gedean kabeh. Ora pantes yen ribut rebutan kursi. Kursi koyo ngene wae nggo rebutan.. Aku iki wes tuwo. Wes arep mati. Wes… Kursine mending tak gowo nggo sangu mati. Wes ojo podo ribut!! (kakek pergi membawa kursi)
Dewi   : Lihat Cokro, sekarang kursiku hilang entah kemana. Semua gara-gara kamu Cokro. Gara-gara kamu.
Cokro  : Maafkan akau Dewi, ini semua memang salahku. Tak seharusnya aku menduduki kursi mulia itu. Taruna, ampuni semua salahku. Bayat, maafkan aku…
Dewi   : Dengan enteng kau ucapkan kata maaf Cokro. Kau telah menyakiti hati Taruna. Biadab kau Cokro!
Taruna  : Dewi, sudahlah. Aku ihlas dengan semua ini. Cokro, aku maafkan semua salahmu.
Cokro   : Terimakasih Taruna…(berpelukan)


Selesai

Kamis, 19 Januari 2012

Belajar Efektif

         Salah satu kewajiban seorang siswa adalah belajar. Baik belajar pengetahuan umum maupun belajar untuk mendalami pelajaran yang diterima di kelas. Seorang siswa akan mendapat ilmu yang melimpah apabila siswa tersebut benar-benar konsisten dengan niat utama ketika hendak masuk sekolah, yaitu mencari ilmu. Sekolah memberi banyak sekali ilmu kepada siswa. Pastinya ilmu itu bisa didapat dengan cara belajar. Tapi bagaimana jika seorang siswa mengalami masalah dalam belajar? Bagaimana cara mengatasi masalah-masalah tersebut? Berikut akan dibahas berbagai macam penyebab dan cara mengatasi masalah dalam belajar.
      Seandainya siswa ditanya “Apakah diantara kalian ada yang mengalami masalah dalam belajar?” Misalnya, “Saya kalau belajar suka mengantuk, Pak” atau mungkin ada yang bilang, “Pak, begitu saya belajar sebentar kepala langsung pusing, pening, berkunang-kunang” dan sebagainya. Kenyataannya, sebagian besar mengatakan mengantuk jika belajar.
         Saya disini bukannya hendak memberi tablet antingantuk, melainkan saya hendak mencari penyebab rasa kantuk ketika belajar. Diantara penyebab itu adalah:
a.Badan terlalu lelah karena di siang hari banyak bekerja
b.Terlalu banyak begadang sampai malam, sedangkan di siang harinya tidak tidur
c.Terlalu kenyang makan sebelum belajar
d.Cara belajar yang kurang baik; belajar sambil tiduran atau cahaya lampu kurang terang

1. Cara Belajar yang Baik
     Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam belajar
     1) Diri sendiri
         (a) Terlebih dahulu siswa harus merasa senang kepada guru dan mata pelajaran
         (b) Jaga badan supaya tetap sehat dan bugar, dengan senam pagi, makan yang teratur, 
         (c) Percaya bahwa kamu pasti mampu mengatasi pelajaran itu dengan ketekunan
         (d) Disiplin dengan peraturan yang sudah kamu buat sendiri.
     2)  Tempat Belajar
          Atur tempat belajar sebagai berikut:
          (a)Aturlah tempat belajar serapi mungkin
          (b)Hindari tempat yang berangin
          (c)Penerangan yang cukup
          (d)Tempat yang tenang, tidak gaduh, dan tak banyak orang lalu-lalang
     3)  Bahan/materi yang dipelajari
          (a)Tentukan pelajaran yang akan dipelajari, jangan bercampur baur
          (b)Sediakan alat-alat yang diperlukan atau yang berkaitan dengan materi tersebut
     4)  Waktu Belajar
          05.30-05.30 Bangun pagi, mandi, sembahyang, dan lain-lainnya
          05.30-06.30 Belajar pagi, mengulang selintas yang telah dipelajari di sore hari
          06.30-07.30 Sarapan, berpakaian, dan berangkat sekolah
          07.30-13.30 Gunakan betul-betul untuk menambah ilmu. Dengar baik-baik penjelasan guru.   
                             Sebaiknya, waktu istirahat digunakan untuk becanda dengan teman, bercerita, 
                             dan  sebagainya yangpenting keluar dari kelas
          13.30-14.30 Sembahyang, istirahat, nonton TV, dengerin radio, makan siang
          14.30-16.00 Tidur siang
          16.00-17.30 Sesudah mandi, belajarlah dan ulangi pelajaran tadi siang
          17.30-19.30 Gunakan untuk bantu ibu, sembahyang, mengaji, nonton TV
          19.30-21.30 Belajar malam, untuk mempelajari pelajaran besok
          21.30-22.00 Istirahat, makan malam, sembahyang
          22.00-05.00 Tidur.
  5)  Istirahat/rekreasi
       Pada hari Minggu, gunakan untuk istirahat, mengikuti ekskul, mencuci, membantu orangtua,
       main-main ke tempat teman, main ke tempat wisata, dan lain sebagainya. Pokoknya 
       istirahatkan pikiranmu.

2.  Saran
     Uraian tersebut akan sangat berarti jika kamu sendiri mau membuktikannya. Sebagai 
     seorang siswa,  hendaknya:
     a.Memiliki kemauan kuat untuk melaksanakannya
     b.Berdisiplin/menaati dan menepati rencana yang sudah ditentukan
     c.Jangan suka menganggur, kerjakan apapun yang berguna
     d.Gemar membaca buku yang baik
     e.Hiduplah serba teratur, bersih, dan disiplin.
Semoga uraian di atas bermanfaat untuk pembaca yang budiman.



Dikutip dari “Bimbingan dan Konseling” (Prof. Dr. Bimo Walgito: 2010)

Selasa, 17 Januari 2012

Bayang Senja

Negeri permai berkabut putih selembut sutera
Berawan tipis di atas bukit memukau mata
Sinar pagi pecah oleh padi yang merunduk
Seperti senyumku menatap jauh setajam tanduk

Disitu kuberlari menapak hidup mencari arti
Menjinakkan kawanan hewan liar di bukit terjal
Berbekal lilin menaklukkan ombak memecah akal
Terus berdiri kokoh menatap langit walau pahit

Aku api tertiup angin senja
Aku terus berlari menuju angkasa
Aku temui bayang mimpi
Disitu kuberhenti lalu berbakti


(Boy)

Ada Apa dengan Waktu?

          Kita semua pasti akrab dengan lagu yang berjudul “Demi Waktu”, bukan? Lagu bikinan Band Ungu ini sangat popular di kalangan remaja pada pertengahan tahun 2005. Namun demikian, disini tidak akan saya bahas tentang sepak terjang karier group Band Ungu, tetapi mengarah pada judul salah satu lagu karya Ungu tersebut. Coba kita lihat judul lagu di atas! “Demi Waktu” kita persempit pandangan kita pada kata “Waktu”. Oke?
           Ada apa dengan kata “waktu”? Bicara tentang waktu sama halnya dengan bicara “durasi, saat, masa”. Sepertinya “waktu” ini biasa, sepele, kecil, tetapi sungguh sangat luar biasa. Ada pepatah klasik mengatakan “Waktu Bagaikan Sebuah Pedang”. Apa maksudnya? Ibarat sebuah pedang, seseorang dapat melakukan sesuatu kebaikan dengan pedang itu. Seperti memotong kayu, menyembelih ternak, mengupas buah, dan sebagainya. Tetapi jika orang itu tidak dapat menggunakan dengan teknik yang benar, pedang itu akan melukai tangan pemiliknya tersebut bahkan disalahgunakan untuk kejahatan. Begitu halnya dengan waktu. Jika seseorang menggunakan waktu dengan baik, dia akan beruntung. Tetapi jika banyak waktu yang terbuang sia-sia, orang itu akan rugi sendiri.
          Sebagai ilustrasi, saya membuat sebuah perumpamaan untuk menggambarkan betapa berharganya waktu. Ada dua anak yang bernama Acong dan Aceng. Mereka berusia sama-sama 18 tahun. Hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam kelahirannya sama persis. Bahkan Mbah Dukun yang menangani persalinannya pun sama juga. Setelah menginjak usia 18 tahun, mereka duduk di bangku sekolah yang sama pula.
           Dari sekian banyak kesamaan antara si Acong dan Aceng ini ternyata terdapat satu perbedaan yang sangat luar biasa. Acong adalah anak yang rajin dan pintar sehingga selalu menyandang predikat bintang kelas. Sedangkan si Aceng adalah anak yang agak kendor prestasinya, bisa naik kelas saja sudang untung. Lalu kira-kira apa yang menjadi penyebab perbedaan ini? Jawabannya hanya satu yaitu “waktu”. Bagaimana mungkin waktu bisa menyebabkan perbedaan antara Acong dan Aceng? Mari kita kupas!
         Untuk dapat menjadi juara kelas, pastinya si Acong harus rajin belajar bukan?. Diwaktu Acong rajin belajar, ternyata Aceng rajin bermain. Diwaktu Acong sibuk menghafal kosa kata bahasa inggris, Aceng sedang sibuk SMS-an. Diwaktu Acong konsentrasi menyimak penjelasan guru dalam kelas, Aceng sedang asyik ngobrol dengan teman sebangkunya. Diwaktu Acong lembur mengerjakan PR, si Aceng sedang nongrong di perempatan. Diwaktu Acong rajin berangkat ke sekolah, Aceng rajin membolos ke warnet atau main PS.
         Acong pandai memanfaatkan waktunya untuk kegiatan yang berguna dalam rangka meraih prestasi, tak hayal Acong menjadi juara kelas. Tidak seperti Aceng yang selalu menyibukkan waktunya untuk hal-hal yang sangat tidak penting itu.
          Mungkin ada yang menyangkal “Ah… itu mah udah bawaan orok. Acong ditakdirkan menjadi anak pandai dan Aceng menjadi anak bodoh.” Apakah sanggahan ini benar? Sepertinya memang masuk akal jika kita lihat dari takdir. Tetapi coba kita bandingkan lagi antara pak Dadang dan pak Diding dalam ilustrasi berikut.
          Pak Dadang dan pak Diding sama-sama memiliki ladang satu hektar. Ladang itu mereka tanami pohon karet yang sama-sama siap untuk disadap. Tetapi kembali terjadi perbedaan antara kedua petani ini. Kehidupan pak Dadang lebih dari cukup sedangkan nasib pak Diding tak jauh beda dengan si Aceng.. Mengapa demikian? Jawabannya sama persis dengan ilustrasi di atas, yaitu “waktu”. Mari kita simak! Diwaktu pak Dadang berangkat nyadap pagi-pagi, pak Diding masih enak-enakan tidur di rumah. Diwaktu pak Dadang rajin ke ladang untuk mengurus tanaman karetnya, pak Diding hanya sesekali menengok ladangnya jika lagi mood. Alhasil, keluarga pak Dadang hidup sejahtera, rumah mentereng, memiliki motor dua unit, bahkan bisa membeli mobil baru dari hasil kebun karetnya itu. Sedangkan pak Diding hidupnya boleh dibilang pas-pasan saja karena dia malas bekerja. Apakah ini bawaan orok??
          Begitu dahsyatnya waktu sehingga dapat menentukan kehidupan di masa mendatang. Untuk itu, janganlah sepelekan waktu. Hidup adalah pilihan kawan, mari kita pilih kehidupan kita yang lebih baik. Setelah membaca artikel ini kira-kira pembaca akan memilih menjadi Acong atau Aceng, pak Dadang atau pak Diding? Silakan tentukan pilihan Anda.

Senin, 16 Januari 2012

Puisi

Menanam pohon-pohon akasia


Aku tanam pohon-pohon akasia
Ketika mentari itu jatuh di menara-menara
Semburat wajahnya hingga ke sebelah kota
Hingga terasa di sudut-sudut kumuh
Aku tanam pohon-pohon akasia
Di tengah kecamuknya abad televisi dan media cetak
Mencari berita di kebun-kebun. Tak kutemukan kau
Tak kutemukan burung-burung perkutut
Aku tanam pohon-pohon akasia
Jika langit pun berubah warna hitam
Dibalut tebal asap-asap pabrik. Bagai terlukis di udara
Dan kuhirup bagai tuba
Aku tanam pohon-pohon akasia
Di depan rumah di pinggir kota
Merujuk kembali burung-burung suaranya
Bernyanyi hingga suaranya itu menjadi seperti rayuan Nusantara

Karya: Yaman