Rabu, 02 Maret 2016

Kumpulan Puisi

Rindu Ceriamu
Akan kusapu rumah kita
Biar bersih sebersih kasihmu

Mama ingin kupeluk spt wktu aku bayi
Yang merengek ketika Kau tinggal ke pasar?
Istirahatlah, Ma
Segera pulihkan tenagamu
Aku rindu senyum ceriamu

Kutunggu di ruang keluarga
Tak sabar aku ingin bercerita

Emprit yg waktu dulu
Kini tumbuh sprti Elang yg hebat
Sayapnya kuat
Cakarnya kokoh
Terbangnya tinggi
Disegani dan dihormati
Bukan krna turunan Elang
Murni turunan Emprit
Jngan gusar wahai inang
Elang itu pndai memangsa
Mski susah mngejar ular
Tp pandai menaklukkan bisa




Ma, hari sudah senja
Matahari menuju peraduannya
Bayang senja pudar terbenam malam
Burung-burung kembali ke sarang
Pelangi pun hilang melayang

Ma, Kemarin kubangun istana
Di pantai seberang barat rumah
Seperti yang kuceritakan
Kutabur benih-benih hutan
Di sepanjang tapak licin bebatuan
Terkoyak lumpur dan bandang

Aliran darah ini ikut kusut, kisut, kecut, Ma
Melatimu telah mati
Baunya menusuk hati
Ombak dan angin melebur seperti mimpi

Sebentar lagi gelap, langit juga mendung
Arah tak tentu, terus saja mendayung
Beras di dapurmu kuganti garam ya, Ma
Kalau batuk minum saja air garam itu

Ma, sampai sini saja cerita ini
Kutunggu rembulanmu di tengah malam nanti
Besok, kupeluk engkau
Sambil menyambung cerita esok hari.




 Bayang Senja

Negeri permai berkabut putih selembut sutera
Berawan tipis di atas bukit memukau mata
Sinar pagi pecah oleh padi yang merunduk
Seperti senyumku menatap jauh setajam tanduk

Disitu kuberlari menapak hidup mencari arti
Menjinakkan kawanan hewan liar di bukit terjal
Berbekal lilin menaklukkan ombak memecah akal
Terus berdiri kokoh menatap langit walau pahit

Aku api tertiup angin senja
Aku terus berlari menuju angkasa
Aku temui bayang mimpi
Disitu kuberhenti lalu berbakti

                                     Boy"



Aku punya ladang sampah
Tempatnya indah dan megah
Menantang arah dengan gagah
Semangat hujan tumpah
Tapi isinya wabah musibah

Andai tekat sebulat tampah
Bergaris tepi telapak getah
Sayang, gajahku tiada mau kalah
Selalu membuat sampah

Makanya
Jangan buang sembarang sampah!




 Istana Lara

Petir menyambar tanda bahaya
Badai topan menerpa menara
Gonjang-ganjing istana Raja
Porak-poranda tersapu bencana

Mahkota Citra tiada terlihat
Hilang tanpa suara bagai kilat
Kuncup Kenanga hanyut dalam derita
Tiada lagi Puspa warna
Idaman Raja

Tinggal kerdip Lilin kecil
Meredup dan mati jua
Istana luluh lantak gelap gulita
Semua lenyap tak tersisa
Raja merintih bertahta hitam
Hanya sendiri di atas kelam





KENANGA

Kupetik setangkai kenanga
Warnanya ungu menyejuk kalbu
Semerbak harum kenanga membuka senyum
Menghibur duka jauh di sana

Kutergoda paras melati
Kenanga mengakar kuat dalam hati
Terasa manis menghibur hari
Lembut mengalun bisik kenanga
Menuntun langkah menggenggam hati

Jantung hanyut berdenyut kabut
Kenanga raib di taman riang
Tubuh gemetar gemuruh riuh
Kenanga raib di taman riang
Kenangaku tinggal kenangan





Tidak ada komentar:

Posting Komentar